Muslimin mengambil kata ini (falsafah atau filsafat) dari Yunani, kemudian
diubah dan disesuaikan dengan bentuk kata bahasa Arab, dan memiliki arti
berbagai ilmu pengetahuan yang rasional.
Menurut istilah Muslimin, filsafat bukan merupakan nama suatu bidang khusus ataupun suatu ilmu khusus; semua ilmu pengetahuan rasional (aqli) yang merupakan lawan dari pengetahuan yang diwahyu-kan ( naqli)- seperti ilmu bahasa, nahwu, sharaf, ma `ani, bayan, badi' ;tafsir, hadis, fikih, usul, berada dalam kategori filsafat.
Menurut istilah Muslimin, filsafat bukan merupakan nama suatu bidang khusus ataupun suatu ilmu khusus; semua ilmu pengetahuan rasional (aqli) yang merupakan lawan dari pengetahuan yang diwahyu-kan ( naqli)- seperti ilmu bahasa, nahwu, sharaf, ma `ani, bayan, badi' ;tafsir, hadis, fikih, usul, berada dalam kategori filsafat.
Dan dikarenakan
kata ini memiliki arti yang umum dan luas, maka seseorang dapat disebut sebagai
filsuf tatkala ia mampu menguasai berbagai ilmu pengetahuan rasional yang ada
pada masanya, yang berhubungan dengan ketuhanan, matematika, fisika, politik,
etika, dan estetika.
Dikarenakan hal itu, maka mereka mengatakan, "Seorang
filsuf adalah seorang yang dunia rasionalnya sama dengan dunia realitas
eksternal." Kemudian tatkala Muslimin hendak rnenjelaskan pembagian ilmu menurut pandangan
Aristoteles, mereka menggunakan kata filsafat atau hikmah. Mereka mengatakan
bahwa filsafat (ilmu rasional) memiliki dua bagian: teoretis dan praktis.
Filsafat teoretis ialah filsafat yang membahas berbagai benda sesuai dengan apa adanya, sedangkan filsafat praktis adalah pernbahasan tentang bagaimanakah selayaknya perbuatan dan perilaku manusia. Filsafat teoretis terbagi menjadi tiga bagian: Ilahiah (teologi) yang juga biasa disebut dengan filsafat tinggi, matematika atau filsafat menengah, dan ilmu fisika atau filsafat rendah.
Filsafat Ilahiah atau filsafat tinggi, terdiri dari dua bagian: Ilahiah yang berhubungan dengan perkara-perkara umum dan ilahiah dalam arti khusus. Sedangkan filsafat matematika terdiri dari empat bagian: aritmetika, geometri, astronomi, dan musik. Filsafat fisika juga memiliki berbagai macam dan bagian. Filsafat praktis dibagi menjadi: ilmu etika, ilmu mengurus rumah, ilmu politik ketatanegaraan.
Dengan demikian, seorang filsuf yang sempurna ialah seseorang yang mampu menguasai seluruh jenis dan bagian ilmu pengetahuan yang telah disebutkan.
disarikan: Dzulfikar
0 comments:
Post a Comment