FiLsafat Hakiki atau Filsafat Tinggi
Menurut pandangan para filsuf, di tengah berbagai pembahasan filsafat, terdapat suatu bagian pembahasan yang lebih istimewa dari berbagai bagian pembahasan yang lain. Dan seakan-akan, inti dan substansi pembahasan filsafat adalah pada bagian itu; ia memiliki berbagai sebutan: filsafat utama (aulaa), filsafat tinggi ( 'ulyaa), ilmu tertinggi (a,laa), ilmu universal (kulli), teologi (Ilahiyah), dan filsafat metafisika.
Keistimewaan ilmu tersebut atas seluruh ilmu yang lain adalah:
Pertama, menurut pendapat orang-orang terdahulu, ilmu ini lebih argumentatif dan lebih meyakinkan dibandingkarn jenis ilmu yang lain.
Kedua, ilmu tersebut menguasai berbagai ilmu yang lain, dan pada hakikatnya merupakan raja dari semua ilmu (mother of sciences). Ini karena seluruh ilmu membutuhkannya dan bergantung kepadanya, sedangkan ilmu tersebut tidak membutuhkan ilmu-ilmu yang lain.
Ketiga, ilmu tersebut lebih umum dan lebih universal (kulli) dari berbagai ilmu yang lain.
Dengan demikian, menurut para filsuf kuno, kata filsafat memiliki dua arti. Pertama, arti yang umum, yaitu semua ilmu rasional yang mencakup semua ilmu yang bukan naqli. Sedangkan kedua, adalah arti yang tidak umum yaitu teologi (ilmu ketuhanan) atau filsafat tinggi, yang merupakan bagian (pecahan) dari filsafat teoretis.
Filsafat, menurut istilah yang umum, adalah ilmu yang bukan naqli Dan filsuf adalah seseorang yang mampu menguasai seluruh ilmu pengetahuan. Dan berdasarkan pada pemahaman umum terhadap filsafat ini, maka dikatakan bahwa filsafat adalah kesempurnaan jiwa manusia baik dari sisi teoretis maupun dari sisi praktis.
Namun
menurut istilah yang tidak umum, yang dimaksud dengan filsafat adalah sebuah
ilmu yang oleh orang-orang kuno disebut dengan filsafat hakiki, filsafat utama,
atau ilmu tinggi, maka filsafat memiliki suatu definisi khusus. Dan dalam
menjawab pertanyaan "Apakah filsafat itu?" kita dapat menjawabnya
dengan mengatakan bahwa filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai
eksistensi qua (dalam kapasitasnya sebagai) eksistensi, tanpa menentukan suatu
objek khusus, misalnya materi, kuantitas, kualitas, manusia atau tumbuhan, dan
lain sebagainya.
Penjelasannya,
pengetahuan dan informasi kita tentang berbagai berada ada dua bentuk: khusus
terhadap spesies (nau') atau genus (jins) tertentu. Dengan kata lain-berkenaan
dengan berbagai keadaan dan hukum serta pengaruh khusus sebuah spesies atau
genus tertentu-pengetahuan kita tentang berbagai hukum dan ketentuan tentang
kuantitas yang berbeda, dinyatakan melalui angka-angka (aritmetika); tentang
kuantitas yang berbeda, dinyatakan melalui galls dan bilangan (geometri);
tentang tumbuhan (botani); tentang tubuh kita (anatomi); demikian pula dengan
berbagai ilmu lainnya seperti geologi, kosmologi, mineralogi, zoologi,
psikologi, sosiologi, ilmu atom, dan lain sebagainya.
Filsafat merupakan ilmu yang tidak terbatas pada suatu spesies tertentu; bukan dikarenakan eksistensi adalah spesies tertentu, lain tidak memiliki berbagai hukum, ketentuan, keadaan dan sifat tertentu, namun sebaliknya dikarenakan memiliki berbagai hukum ketentuan, dan pengaruh maka itu adalah eksistensi.
Dengan kata lain, pandangan dan kajian terhadap berbagai partikel dan instrumen dunia ini dalam bentuk terpisah-pisah dan berbeda-beda, dan adakalanya dari sisi kesatuan, yakni eksistensi dari sisi eksistensi merupakan satu unit (kesatuan), later kita melanjutkan pengamatan dan kajian kita terhadap sate unit dan kesatuan tersebut yang mencakup berbagai perkara.
Filsafat merupakan ilmu yang tidak terbatas pada suatu spesies tertentu; bukan dikarenakan eksistensi adalah spesies tertentu, lain tidak memiliki berbagai hukum, ketentuan, keadaan dan sifat tertentu, namun sebaliknya dikarenakan memiliki berbagai hukum ketentuan, dan pengaruh maka itu adalah eksistensi.
Dengan kata lain, pandangan dan kajian terhadap berbagai partikel dan instrumen dunia ini dalam bentuk terpisah-pisah dan berbeda-beda, dan adakalanya dari sisi kesatuan, yakni eksistensi dari sisi eksistensi merupakan satu unit (kesatuan), later kita melanjutkan pengamatan dan kajian kita terhadap sate unit dan kesatuan tersebut yang mencakup berbagai perkara.
Jika
kita mengumpamakan dunia ini seperti sebuah tubuh, maka pengamatan dan kajian
terhadap dunia ini ada dua bentuk. Sebagian pengamatan kita berhubungan dengan
anggota tubuh, seperti kepala, tangan, kaki. Tetapi pengamatan dan kajian kita
yang lain berhubungan dengan seluruh anggota tubuh tersebut, misalnya sejak
kapan keberadaan anggota tubuh ini? Sampai kapan akan senantiasa ada? Pada
dasarnya, apakah pertanyaan 'kapan' terhadap berbagai anggota tubuh merupakan
suatu pertanyaan yang pada tempatnya ataukah tidak? Apakah anggota tubuh
merupakan satu kesatuan yang hakiki; tampaknya berbilang namun tidak berbilang.
Ataukah kesatuannya adalah relatif dan sebatas hubungan yang ada di antara
komponen sebuah mobil, yakni tidak lebih hanya kesatuan rakitan? Apakah
berbagai anggota tubuh ini memiliki sumber dan asal mula, yang mana keberadaan
seluruh anggota tubuh yang lain berasal darinya?
Apakah tubuh ini memiliki sebuah kepala, dan kepala tubuh itu menyebabkan keberadaan dan munculnya berbagai anggota tubuh yang lain? Ataukah tubuh ini tanpa kepala? Apakah jika terdapat kepala, kepala ini memiliki otak yang memiliki perasaan (emosi) ataukah kosong dan hampa? Apakah seluruh bagian dari tubuh bahkan kuku, tulang, dan rarnbut memiliki suatu bentuk kehidupan? Apakah perasaan dan pengetahuan pada bagian tubuh tersebut terbatas pada sebagian entitas yang muncul secara kebetulan, seperti ulat pada tubuh jenazah yang ulat tersebut adalah binatang dan apakah dapat disebut bagian dari manusia? Apakah sekumpulan anggota tubuh ini memiliki suatu tujuan tertentu, dan menuju pada kesempurnaan dan hakikat, ataukah kesemuanya itu merupakan suatu keberadaan yang tanpa tujuan?
Apakah muncul dan musnahnya anggota tubuh itu secara spontan, ataukah berdasarkan pada hukum kausalitas (sebab-akibat)? Dan tidak ada sesuatu pun yang ada di clam ini yang tanpa sebab? Apakah setiap akibat khusus pasti dikarenakan suatu sebab khusus? Apakah sistem yang mengatur anggota tubuh ini sebuah sistem yang pasti dan tidak dapat dilanggar? Apakah urut-urutan, keterdahuluan (taqaddum) dan keterakhiran (ta'akhkhur) anggota tubuh adalah suatu yang benar-benar nyata ataukah tidak? Dan lain sebagainya.
Apakah tubuh ini memiliki sebuah kepala, dan kepala tubuh itu menyebabkan keberadaan dan munculnya berbagai anggota tubuh yang lain? Ataukah tubuh ini tanpa kepala? Apakah jika terdapat kepala, kepala ini memiliki otak yang memiliki perasaan (emosi) ataukah kosong dan hampa? Apakah seluruh bagian dari tubuh bahkan kuku, tulang, dan rarnbut memiliki suatu bentuk kehidupan? Apakah perasaan dan pengetahuan pada bagian tubuh tersebut terbatas pada sebagian entitas yang muncul secara kebetulan, seperti ulat pada tubuh jenazah yang ulat tersebut adalah binatang dan apakah dapat disebut bagian dari manusia? Apakah sekumpulan anggota tubuh ini memiliki suatu tujuan tertentu, dan menuju pada kesempurnaan dan hakikat, ataukah kesemuanya itu merupakan suatu keberadaan yang tanpa tujuan?
Apakah muncul dan musnahnya anggota tubuh itu secara spontan, ataukah berdasarkan pada hukum kausalitas (sebab-akibat)? Dan tidak ada sesuatu pun yang ada di clam ini yang tanpa sebab? Apakah setiap akibat khusus pasti dikarenakan suatu sebab khusus? Apakah sistem yang mengatur anggota tubuh ini sebuah sistem yang pasti dan tidak dapat dilanggar? Apakah urut-urutan, keterdahuluan (taqaddum) dan keterakhiran (ta'akhkhur) anggota tubuh adalah suatu yang benar-benar nyata ataukah tidak? Dan lain sebagainya.
Dalam
hal ini, pengamatan dan kajian kita yang berhubungan dengan "anggota tubuh
clam realitas" adalah `wins', sedangkan kajian dan pengamatan kita yang
berhubungan dengan "tubuh alam realitas" adalah `filsafat'.
Dengan
demikian, kita melihat bahwa tipe khusus dari berbagai permasalahan yang sama
sekali tidak menyerupai dengan suatu ilmu pun dari berbagai ilmu yang berisikan
penelitian tentang suatu hakikat, kesemuanya itu membentuk satu tipe khusus.
Tetapi tatkala kita hendak mengadakan kajian dan pengamatan terhadap tipe
permasalah-an dari sisi 'bagian-bagian dari sains', dan kita hendak mengetahui
bahwa secara teknis berbagai permasalahan ini termasuk berbagai aksiden
(awaaridh) dari topik yang mana, kita menyaksikan bahwa berasal dari
'eksistensi qua eksistensi'. Dan jelas, penjelasan dan pemaparan permasalahan
ini hams dikaji dalam buku filsafat yang berisikan pembahasan yang luas, dan
jelas hal itu tidak dapat dibahas dalam buku ini.
Selain
masalah di atas, setiap kali kita membahas mengenai esensi (maahiyah) berbagai
berada, misalnya saja, apakah esensi dan ke-'apa'an serta definisi nyata
(hakiki) dari berada atau manusia? Ataupun setiap kita menginginkan untuk
membahas mengenai keberadaan (wujuud) berbagai berada, misalnya saja, adakah
lingkaran hakiki atau garis hakiki ataukah tidak? Hal itu juga berhubungan
dengan bidang ilmu ini (filsafat) karena permasalahan ini juga merupakan bagian
dari pembahasan berbagai aksiden (awaaridh) 'eksistensi qua eksistensi' (al
maujud bima huwa maujud). Yakni, menurut istilah adalah berbagai esensi dari
berbagai aksiden dan hukum-hukum 'eksistensi qua eksistensi'. Pembahasan ini
juga sangat panjang dan lebar, dan akan keluar dari batas pembahasan buku ini.
Hasil
pembahasan adalah, jika seseorang bertanya kepada kita, "Apakah filsafatt
itu?" Sebelum kita menjawabnya, maka kita harus menyatakan bahwa kata ini
pada setiap kelompok dan ahli memiliki arti yang berbeda-beda, dan
masing-masing dari mereka memiliki istilah khusus. Jika yang ia maksud adalah
pendefinisian filsafat menurut terminologi Muslimin yang cukup populer, maka
filsafat adalah nama genus (ism jins) bagi seluruh ilmu rasional dan bukan
merupakan suatu nama bagi ilmu tertentu. Sedangkan menurut terminologi yang
tidak populer, filsafat adalah sebuah nama bagi "ilmu tinggi" dan itu
adalah ilmu yang berisikan pembahasan berbagai permasalahan yang paling
universal dari keberadaan (wujuud), yang tidak berhubungan dengan subjek
khusus, namun bahkan berhubungan dengan seluruh subjek yang ada. Filsafat
adalah sebuah ilmu yang memandang dan mengamati keberadaan (eksistensi) alam
ini sebagai suatu subjek yang satu.{}